Astindo Cairkan Santunan 15 TKI PHK Pekerja Saudi Bin Laden Group

Resiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelum berakhirnya perjanjian kerja

Jakarta - (01/08/16), Konsorsium Astindo menyerahkan kembali santunan 15 TKI (Tenaga Kerja Indonesia) PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pekerja perusahaan kontruksi Arab Saudi, Saudi Bin Laden Group, menyisakan 38 klaim  dari total 84 pengajuan klaim yang telah diterima dari dua PPTKIS (Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta) terkait.

Prosesi penyerahan simbolis dilaksanakan di Gedung pertemuan Ssarpras Polri, Cipinang Jakarta Timur (01/08/16). Kegiatan bertema Halal Bihalal ini, difasilitasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Peduli Buruh Migrant bersama 3 (tiga) Konsorsium  Asuransi TKI, dihadiri Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri.

Muhammad Husein dalam laporannya menerangkan pekerja Saudi Bin Ladin yang telah membeli premi asuransi di Astindo sebanyak 1.254 TKI, namun terdapat 880 TKI yang masa perlindungannya sudah berakhir, sehingga masih ada 374 TKI yang memiliki hak untuk mendapatkan santunan.

Sementara lanjut Husein, pengajuan klaim yang telah diterima Astindo dari 2 PPTKIS terkait hanya 84 klaim saja melalui kantor perwakilan Astindo yang tersebar di 26 daerah di tanah air dan tersedia juga di 2 perwakilan luar negri.

"Kedua PPTKIS yang telah memberikan dokumen sebagai pengajuan klaim, yaitu 51 klaim dari PT. Tifar Admanco dan PT. Amil Fajar International mengajukan 33 klaim," terang Husein.

Lebih jauh, Husein mengutarakan dari 84 klaim yang sudah diajukan, Astindo sudah mencairkan 30 santunan klaim. Berdasarkan perkembangan status klaim, 16 pengajuan Klaim sudah disetujui hanya menunggu proses pembayaran. Sedangkan 13 klaim masih menunggu persetujuan dan 25 pengajuan lagi dokumen pendukung masih belum dipenuhi PPTKIS.

Menurut Husein setiap penyelesaian klaim, Astindo melakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Polis dan Pemenaker.  "Sesuai ketentuan Polis dan Permenaker, santunan PHK menerima rata-rata Rp. 7,5 juta dibayarkan secara proposional," jelas Husein. 

Husein mengharapkan agar penyelesaian klaim sesuai waktu yang ditentukan, pihak tertanggung dapat memberikan kelengkapan dokumen yang optimal. Namun Husein juga menambahkan masih banyaknya ketidaktahuan pihak tertanggung dalam mekanisme proses pengajuan klaim, Konsorsium Astindo selalu melakukan koperatif dan koordinasi kepada TKI atau ahliwaris sebagai langkah komunikasi yang interaktif. Sehingga proses setiap penyelesaian klaim berbagai kasus pengajuan sesuai waktu yang ditentukan.

Pada kesempatan itu, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri memberikan apresiasi terhadap 3 (tiga) Konsorsium Asuransi TKI yang segera memenuhi kewajibannya dalam menyelesaikan klaim asuransi secara cepat dan mudah. Ke depan, kata Hanif Konsorsium Asuransi TKI tetap tanggap dalam mencairkan dana asuransi yang merupakan hak para pekerja.

"Memang ini sudah menjadi kewajiban asuransi, namun saya ucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah melaksanakan kewajibannya, kepada yang tertanggung ini. Pada prinsipnya Pemerintah dan Negara akan selalu hadir untuk memastikan agar TKI korban PHK Bin Laden ini bisa tertangani dengan baik," kata Hanif dalam sambutannya. (Wea)

Penyerahan Santunan Lainnya