Astindo Terima 11 Pengajuan Klaim PHK Saudi Bin Laden, Total Jadi 95

Resiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelum berakhirnya perjanjian kerja

Jakarta - (10/08/16), Konsorsium Asuransi (Tenaga Kerja Indonesia) TKI Astindo kembali menerima 11 pengajuan klaim (Pemutusan Hubungan Kerja) PHK pekerja Perusahaan Kontruksi Saudi Bin Laden, total menjadi 95 pengajuan dari 374 TKI yang memiliki hak untuk mendapatkan santunan.

Hendra Widjaya, Ketua Pelaksana Harian Konsorsium Asuransi TKI Astindo menerangkan 11 tambahan pengajuan klaim diterima dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Buruh Migrant (PBM) 7 pengajuan, 3 klaim melalui informasi Crisis Center BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan & Perlindungan TKI) dan 1 TKI mengajukan melalui media surat elektronik (surel). "Total pengajuan klaim PHK pekerja perusahaan Bin Laden bertambah menjadi 95, setelah 11 pengajuan kami terima periode minggu lalu," terang Hendra. 

lebih jauh Hendra mengatakan, LSM PBM yang diketuai, Lili Pujianti telah memberikan 7 pengajuan klaim dari PT. Amil Fajar International (02/08/16). Adapun pengajuan melalui Crisis Center BNP2TKI sebanyak 3 klaim, terdiri dari 2 PT. Amil Fajar dan 1 dari PT. Tifar Admanco (15/08/16).

Sementara 1 pengajuan lagi langsung dari Anang Cahyono, TKI yang diberangkatkan PT. Tifar ke Arab Saudi. "Kami telah menerima pengajuan langsung dari TKI korban PHK masal perusahaan Bin Ladin melalui surat elektronik. Saat ini TKI masih berada di negara penempatan, Arab Saudi menunggu jadwal kepulangan. Dengan kondisi demikian, pengajuan klaim tetap kami proses, sambil menunggu dokumen asli,"ungkap Hendra.

Selanjutnya Hendra menjelaskan pengajuan klaim yang telah diterima, akan segera dipelajari kelengkapan dokumen sebagai persyaratan persetujuan pemberian santunan sesuai peraturan yang tertuang pada Polis asuransi dan Permennaker. (Wea)

Penyerahan Santunan Lainnya